Industri Semen Terdampak Kenaikan Harga Plastik Ani Diyah, 16/04/2026 Industri Semen Menanggung Tekanan Kenaikan Harga Plastik dari Gangguan Rantai Pasok Global Pemerintah dan pelaku industri mencatat kenaikan harga plastik yang mulai memengaruhi biaya kemasan semen di dalam negeri JAKARTA – Industri semen di Indonesia mulai merasakan dampak dari kenaikan harga plastik yang terjadi di pasar domestik. Kenaikan ini muncul seiring terganggunya pasokan bahan baku plastik global akibat tekanan pada rantai pasok energi dan bahan kimia. Gangguan tersebut berawal dari terbatasnya pasokan nafta sebagai bahan baku utama plastik yang tertekan oleh konflik geopolitik, termasuk perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berdampak pada jalur perdagangan minyak global seperti Selat Hormuz. Kondisi ini kemudian memicu ketidakstabilan harga bahan kemasan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di sektor industri semen, pelaku usaha menggunakan plastik sebagai salah satu bahan utama kantong kemasan semen. Karena itu, kenaikan harga plastik langsung meningkatkan biaya produksi di lini pengemasan. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menilai gangguan pasokan mulai terasa di pasar domestik. Ia menyampaikan bahwa ketersediaan bahan berbasis plastik menunjukkan tanda-tanda pengetatan yang perlu segera diantisipasi oleh pelaku industri. Emmy juga menyoroti bahwa fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan menjadi tantangan global yang memengaruhi banyak negara secara bersamaan. Ia menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan rapuhnya rantai pasok internasional di tengah ketegangan geopolitik. Pelaku industri semen menjelaskan ketergantungan bahan kemasan impor masih membebani struktur biaya produksi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi), Lilik Unggul Raharjo, menjelaskan bahwa industri semen masih bergantung pada bahan baku impor untuk sejumlah komponen kemasan. Ia menyebut biji plastik sebagai bahan dasar yang sebagian besar berasal dari luar negeri sebelum diolah menjadi kantong semen. Selain plastik, industri juga menggunakan kantong berbahan kertas kraft yang sebagian besar masih diimpor dari sejumlah negara seperti kawasan Eropa Timur, Rusia, dan Ukraina. Kondisi ini membuat biaya logistik dan ketersediaan pasokan sangat dipengaruhi situasi global. Lilik juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga dan distribusi bahan baku impor berdampak langsung pada biaya produksi semen di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa kelangkaan bahan kemasan berpotensi mendorong kenaikan harga produk akhir apabila kondisi pasokan tidak segera stabil. Selain itu, industri semen juga masih bergantung pada bahan pendukung seperti gypsum yang sebagian besar masih diperoleh dari pasar internasional, meskipun sebagian sudah dapat disubstitusi dari sumber lain di kawasan Asia. Ketergantungan tersebut memperkuat tekanan biaya di tengah ketidakpastian global. Dengan kondisi tersebut, pelaku industri menilai stabilitas rantai pasok menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi dan mengendalikan harga di pasar domestik. Outdoors industri semen kenaikan harga plastik