Perang Memanas, Menteri PU Wanti-Wanti Harga Besi dan Semen Melonjak Ani Diyah, 16/04/2026 Menteri PU Dody Hanggodo Memperingatkan Potensi Lonjakan Harga Besi dan Semen Akibat Geopolitik Global Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat mendorong pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kenaikan harga material konstruksi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa harga besi dan semen berpotensi melonjak jika konflik internasional terus berlanjut. Ia menyampaikan bahwa saat ini harga material masih relatif stabil, namun tren penguatan sudah mulai terlihat di pasar. Pemerintah menilai kondisi tersebut dapat berubah cepat apabila gangguan rantai pasok global semakin memburuk akibat konflik berkepanjangan. Pemerintah Menyiapkan Eskalasi Kontrak untuk Menjaga Kelanjutan Proyek Infrastruktur Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan skema eskalasi kontrak sebagai langkah mitigasi terhadap potensi lonjakan biaya material. Skema ini akan menyesuaikan nilai kontrak proyek ketika terjadi kenaikan harga yang tidak terduga. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelanjutan proyek strategis nasional agar tidak terhenti akibat tekanan biaya. Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga di tingkat distributor yang mulai menunjukkan tren kenaikan tipis sejak April 2026. Dalam kondisi pasar saat ini, harga besi beton polos tercatat berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp115.000 per batang, sementara besi beton ulir berada di rentang Rp120.000 hingga Rp165.000 per batang. Untuk semen, harga per sak 40 kilogram berkisar Rp58.000 hingga Rp65.000, sedangkan kemasan 50 kilogram berada di kisaran Rp72.000 hingga Rp82.000. Ahli Konstruksi Menilai Energi dan Logistik Global Mendorong Kenaikan Biaya Material Ahli konstruksi dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, Davy Sukamta, menjelaskan bahwa besi dan semen menjadi komponen paling sensitif terhadap perubahan biaya global. Ia menilai kedua material tersebut sangat bergantung pada harga energi dan sistem logistik internasional. Davy menegaskan bahwa besi sangat dipengaruhi harga bijih besi dan energi batu bara, sementara semen membutuhkan energi besar dalam proses produksi klinker. Ketika konflik global meningkatkan biaya energi dan ongkos pengiriman laut, maka tekanan biaya produksi ikut meningkat. Ia juga menyebut bahwa produsen pada akhirnya akan meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pelaku industri konstruksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan beban anggaran negara dalam proyek infrastruktur. Pemerintah Mengantisipasi Dampak Fiskal dari Kenaikan Harga Material Konstruksi Pemerintah menilai kenaikan harga material tidak hanya berdampak pada sektor teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi stabilitas fiskal. Eskalasi kontrak memang membantu menjaga keberlanjutan proyek, namun berpotensi meningkatkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan situasi global yang masih tidak menentu, pemerintah meminta seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan penyesuaian harga lanjutan dalam sektor konstruksi nasional. Outdoors harga besi dan semen naik 2026