Perang Iran-AS Bikin Industri Semen RI Makin Berat Ani Diyah, 16/04/2026 Perang Iran-AS Membebani Industri Semen Indonesia Melalui Kenaikan Biaya Energi dan Logistik Semen Indonesia Mengalami Kenaikan Biaya Produksi Akibat Lonjakan Harga Batu Bara dan Freight Industri semen Indonesia menghadapi tekanan baru setelah konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat turut mengganggu struktur biaya produksi. Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), Indriefouny Indra, menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 1 April 2026 di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa perusahaan mengalami kenaikan harga pokok produksi karena lonjakan harga batu bara dan biaya pengiriman atau freight. Kenaikan tersebut memperberat beban operasional di tengah kondisi permintaan semen domestik yang masih belum pulih secara optimal. Semen Indonesia Menghadapi Tekanan dari Biaya Energi yang Mendominasi Struktur Produksi Indriefouny memaparkan bahwa biaya energi menjadi komponen terbesar dalam produksi semen dengan porsi lebih dari 50 persen. Kondisi ini membuat fluktuasi harga batu bara berdampak signifikan terhadap total biaya produksi perusahaan. Selain itu, keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sejumlah tambang batu bara juga mengganggu stabilitas pasokan energi bagi industri semen. Situasi ini mempersempit ruang gerak perusahaan dalam menjaga efisiensi biaya produksi di tengah ketidakpastian pasar energi global. Semen Indonesia Mengalami Gangguan Rantai Pasok Akibat Krisis Geopolitik Global Indriefouny juga menjelaskan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah memicu gangguan pada jalur pelayaran internasional. Kondisi tersebut turut menghambat impor suku cadang mesin pabrik yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa gangguan rantai pasok ini memperburuk tantangan operasional industri semen yang selama ini sudah menghadapi tekanan dari sisi biaya energi dan permintaan yang melemah. Selain itu, ia menyebut adanya keterbatasan pasokan bahan tertentu di dalam negeri yang semakin memperumit kondisi produksi. Semen Indonesia Meningkatkan Ekspor untuk Mengimbangi Pelemahan Permintaan Domestik Di tengah berbagai tekanan tersebut, Semen Indonesia mengambil langkah strategis dengan meningkatkan ekspor. Perusahaan mendorong penjualan ke pasar luar negeri sebagai upaya mengimbangi pelemahan permintaan di dalam negeri. Indriefouny menegaskan bahwa strategi ekspor menjadi salah satu cara perusahaan menjaga kinerja di tengah kondisi pasar yang belum stabil. Ia menyatakan bahwa perusahaan akan terus menyesuaikan strategi bisnis untuk menghadapi dinamika global yang memengaruhi industri semen nasional. Outdoors industri semen Indonesia biaya energi