Update Longsor dan Banjir di Tapteng Sumut: 4 Orang Tewas dan 1.952 KK Terdampak Ani Diyah, 28/11/202528/11/2025 SLUG URL (YOAST SEO) update-longsor-dan-banjir-tapteng-sumut-4-tewas-1952-kk-terdampak META DESCRIPTION (≤ 155 karakter) Banjir dan longsor melanda Tapanuli Tengah, Sumut. Empat warga meninggal dan 1.952 KK terdampak. Pemerintah terus menangani kondisi darurat dan evakuasi. KEYWORD UTAMA Update longsor dan banjir Tapteng Sumut Update Longsor dan Banjir di Tapteng Sumut: 4 Warga Meninggal & 1.952 KK Terdampak Musibah banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sejak 23 hingga 25 November 2025. Kejadian ini menimbulkan dampak besar bagi warga. Sebanyak 4 orang dilaporkan meninggal dan 1.952 kepala keluarga (KK) terdampak. Ribuan rumah ikut terendam air, sementara proses penanganan masih terus berlangsung di beberapa wilayah. Hujan Lebat Menjadi Pemicu Banjir Berhari-hari BPBD Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Hujan deras yang turun sejak Senin (17/11/2025) menyebabkan debit air meningkat dan meluap hingga merendam rumah penduduk selama dua hari. Total 1.952 KK tercatat terdampak dengan rincian: Kecamatan Pandan: 150 KK Kecamatan Sarudik: 338 KK Kecamatan Barus: 65 KK Kecamatan Kolang: 1.261 KK Kecamatan Tukka: 10 KK Kecamatan Lumut: 78 KK Hingga kini, tim BPBD masih mendata jumlah warga yang mengungsi dan mengevakuasi daerah rawan banjir. Tanah Longsor Menelan Korban Jiwa Selain banjir, longsor besar juga terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Empat korban meninggal dunia terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya. Mereka adalah: Dewi Hutabarat (33) Trio Arta Rouli (7) Vania Aurora (4) Ilona Lumbantobing Longsor tersebut memperburuk kondisi daerah yang sudah lebih dahulu diterjang banjir. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan tim gabungan. Pemerintah Bergerak & Prioritaskan Keselamatan Warga Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa pemerintah daerah langsung merespons bencana ini. Ia meminta seluruh proses penanganan mengutamakan keselamatan warga. Menurutnya, pihak kabupaten sudah memberikan laporan awal dan koordinasi terus berjalan. Ia juga meminta monitoring intensif agar penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat. Masinton Pasaribu Ungkap Penyebab Banjir dan Longsor Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengumumkan melalui akun Instagram pribadinya bahwa banjir dan longsor dipicu oleh cuaca ekstrem di kawasan pantai barat Sumatera Utara yang menghadap Samudera Hindia. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan material tanah bergerak di banyak titik. Masinton mengajak masyarakat tetap siaga dan menjaga keselamatan diri. Pemerintah daerah juga terus mendistribusikan bantuan tanggap darurat dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Kondisi Terbaru & Upaya Penanganan Berlanjut Hingga kini, sebagian wilayah masih digenangi air dan tidak semua warga dapat kembali ke rumah. Pemerintah dan relawan terus bekerja untuk membantu evakuasi, menyalurkan logistik, serta membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan informasi resmi karena cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Outdoors