Saham perusahaan semen anjlok karena potensi penundaan regulasi karbon UE Ani Diyah, 13/02/2026 Saham Produsen Semen Eropa Tertekan akibat Isu Penundaan Regulasi Karbon UE Saham emiten semen besar di Eropa melemah tajam setelah pasar merespons spekulasi bahwa Uni Eropa berpotensi menunda pengetatan aturan emisi karbon. Isu tersebut memicu kekhawatiran investor karena dapat mengurangi keuntungan kompetitif perusahaan yang sudah berinvestasi besar dalam teknologi produksi rendah karbon. Pada perdagangan 12 Februari 2026, saham Heidelberg Materials AG tercatat merosot sekitar 9,5 persen. Sementara itu, saham Holcim AG dan Buzzi Unicem juga turun signifikan, masing-masing sekitar 7,2 persen. Tekanan jual meningkat setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan kemungkinan pemberian waktu tambahan bagi perusahaan untuk menjalankan proses dekarbonisasi. Pernyataan Kanselir Jerman Picu Kekhawatiran Investor Pasar Friedrich Merz menyampaikan pandangannya dalam forum tingkat Uni Eropa dengan mempertanyakan efektivitas Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa atau EU Emissions Trading System. Ia menilai jika instrumen tersebut tidak mencapai tujuan yang diharapkan, maka otoritas perlu mempertimbangkan revisi atau bahkan penundaan kebijakan. Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa Jerman, sebagai ekonomi terbesar di Uni Eropa, ingin melunakkan kebijakan emisi bagi industri dengan tingkat polusi tinggi. Sikap tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar karena investor menilai perubahan regulasi dapat menekan proyeksi keuntungan produsen semen yang telah lebih dulu beradaptasi dengan standar lingkungan ketat. Analis Nilai Penundaan Regulasi Dapat Menghapus Keunggulan Kompetitif Analis pasar memandang potensi penundaan aturan karbon sebagai sentimen negatif bagi produsen semen besar. Selama ini, perusahaan seperti Heidelberg Materials, Holcim, dan Buzzi Unicem telah mengalokasikan investasi signifikan untuk teknologi ramah lingkungan dengan harapan memperoleh keunggulan harga ketika biaya emisi meningkat bagi pesaing yang belum bertransformasi. Namun, jika Uni Eropa memperlambat penghapusan izin polusi gratis atau menunda kebijakan baru, maka tekanan biaya terhadap perusahaan yang belum berinvestasi akan berkurang. Kondisi tersebut berpotensi mengikis diferensiasi yang selama ini menjadi nilai tambah bagi pelaku industri yang lebih progresif dalam dekarbonisasi. Sebelumnya, Uni Eropa juga menunda implementasi program pasar karbon untuk sektor transportasi jalan dan bahan bakar pemanas atau ETS2 karena kekhawatiran atas dampak kenaikan biaya energi terhadap masyarakat. Ke depan, isu regulasi pasar karbon diperkirakan kembali menjadi agenda utama dalam pertemuan informal para pemimpin Uni Eropa di Belgia, terutama di tengah dorongan sejumlah negara untuk menurunkan harga emisi atau bahkan menangguhkan program tersebut Outdoors saham produsen semen Eropa turun regulasi karbon UE