Banjir Tapteng, Pria Ini 2 Hari Jalan Kaki Cari Anak dan Istri Ani Diyah, 28/11/202528/11/2025 SLUG URL (YOAST SEO) banjir-tapteng-pria-dua-hari-jalan-kaki-cari-anak-istri META DESCRIPTION (≤ 155 karakter) Banjir Tapteng membuat seorang pria bermarga Hutauruk berjalan kaki dua hari mencari istri dan anaknya. Kisah haru ini viral dan mendapat bantuan pemerintah. KEYWORD FRASA UTAMA Pria 2 hari jalan kaki cari anak dan istri di Tapteng Banjir Tapteng, Pria Ini Dua Hari Jalan Kaki Cari Anak dan Istri Banjir besar yang menerjang Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menghadirkan kisah pilu di tengah bencana. Seorang pria bermarga Hutauruk berjalan kaki puluhan kilometer selama dua hari hanya untuk menemukan keberadaan istri serta anaknya di Kecamatan Tukka. Wilayah tersebut termasuk salah satu titik banjir terparah di Tapteng. Peristiwa ini terungkap dari unggahan video di Instagram Masinton Pasaribu dan terlihat pada Jumat (28/11/2025). Dalam video itu, tubuh Hutauruk penuh lumpur, celana yang ia gunakan basah bercampur tanah, dan wajahnya tampak lelah karena perjalanan panjang. Meski begitu, ia terus berjalan tanpa henti demi keluarganya. Video Viral Memperlihatkan Perjuangan Sang Ayah Ketika dalam perjalanan menuju Kecamatan Tukka, Hutauruk bertemu Masinton. Pertemuan mereka terekam jelas dalam video. Masinton tampak menghampirinya, memberi semangat, dan menanyakan kondisinya. Warga sekitar ikut memperhatikan karena perjalanan pria itu tidak mudah. Ia menelusuri rute yang licin, menanjak, bahkan melewati area longsor demi mencapai rumah keluarganya. Dengan suara bergetar dan langkah berat, Hutauruk berkata ia sudah dua hari tidak bertemu anak dan istrinya. Ia menggendong anak bungsunya sebelum bencana makin parah, dan kini ia terus berusaha menemukan keluarganya yang terpisah. Pemerintah Mulai Berkoordinasi Bantu Pencarian Keluarga Setelah mengetahui kondisi Hutauruk, Masinton Pasaribu langsung berjanji membantu pencarian keluarga pria tersebut. Ia meminta tim di lapangan mendata nama istri dan anak-anaknya agar proses pencarian lebih cepat. Pada saat itu, Hutauruk menyerahkan informasi lengkap mengenai keluarganya kepada petugas yang sedang bertugas. Masinton kemudian mengunggah kisah ini ke media sosial. Dalam keterangannya, ia menulis bahwa Hutauruk berjalan kaki siang dan malam melalui jalur longsor untuk mencari keluarganya. Unggahan tersebut dengan cepat tersebar luas dan memantik simpati publik. Perjalanan Penuh Rintangan, Namun Harapan Tetap Menyala Hutauruk menempuh jalan panjang tanpa transportasi memadai. Ia hanya mengandalkan tenaga dan harapan bahwa keluarganya masih selamat. Banyak warga mengungkapkan keprihatinan sekaligus kekaguman atas kegigihan pria ini. Di tengah area banjir dan medan ekstrem, ia memilih terus bergerak daripada menunggu kabar tanpa kepastian. Hingga laporan ini muncul, proses pencarian dan pendataan korban banjir serta longsor di Tapteng masih berlangsung. Pemerintah daerah dan relawan bekerja membuka akses jalan, mendistribusikan bantuan, serta membantu warga yang terpisah dari keluarga. Banjir Memutus Akses, Namun Warga Terus Berjuang Bencana di Tapteng tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan duka emosional mendalam. Kisah Hutauruk menjadi salah satu potret nyata bagaimana seorang ayah bertahan demi keluarganya. Banyak warga lain juga sedang mencari sanak saudara yang hingga kini belum ditemukan. Walau situasi belum stabil, dukungan dan koordinasi dari petugas lapangan terus berjalan. Masyarakat diimbau tetap siaga karena hujan masih berpotensi turun dalam intensitas tinggi. Situasi darurat ini masih berkembang dan membutuhkan tenaga bersama untuk pemulihan. Outdoors