Laporan Terkini Pasar Baru Subang: Harga Material Bangunan dan Pupuk Subsidi Bertahan Stabil di Akhir Maret Ani Diyah, 16/04/2026 DKUPP Subang Memastikan Harga Material Bangunan dan Pupuk Subsidi Bertahan Stabil di Pasar Baru Subang DKUPP Subang Melaporkan Stabilitas Harga di Pasar Baru Subang pada Akhir Maret 2026 Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang melaporkan bahwa harga berbagai komoditas penting di wilayah Pasar Baru Subang bertahan stabil pada akhir Maret 2026. Laporan ini muncul setelah petugas melakukan pemantauan langsung pada Selasa, 31 Maret 2026, untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali dan pasokan barang berjalan normal. DKUPP Subang menegaskan bahwa stabilitas harga terjadi pada sektor material bangunan, energi seperti gas, hingga kebutuhan pertanian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi barang di pasar lokal Subang berada dalam keadaan aman dan tidak mengalami gangguan berarti. Selain itu, mayoritas harga komoditas utama tidak menunjukkan perubahan dibandingkan hari sebelumnya. DKUPP Subang Menjaga Harga Semen, Besi, dan Material Bangunan Tetap Stabil Dalam sektor konstruksi, DKUPP Subang mencatat bahwa harga semen tetap bertahan di kisaran stabil. Semen Tiga Roda ukuran 40 kilogram dijual sekitar Rp62.000 per sak, sementara merek Holcim atau Dynamix berada di angka Rp60.000 per sak. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya tekanan kenaikan harga pada bahan bangunan utama di pasar lokal. Selain semen, harga besi beton juga tidak mengalami perubahan. Besi ukuran 6 milimeter tercatat sekitar Rp35.000 per batang, sedangkan ukuran 12 milimeter mencapai Rp100.000 per batang. Material pendukung lainnya seperti baja ringan tetap berada di angka Rp92.000 per batang, sementara batu bata merah bertahan di harga Rp800 per buah. Semua data ini memperkuat gambaran bahwa sektor konstruksi di Subang bergerak stabil. DKUPP Subang Memastikan Stabilitas Harga Pupuk Subsidi Sesuai HET DKUPP Subang juga memastikan bahwa harga pupuk subsidi tetap berada pada level Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi pupuk di wilayah Subang berjalan sesuai aturan tanpa adanya lonjakan harga di tingkat pasar. Stabilitas harga pupuk ini menjadi indikator penting bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan input produksi. Dengan harga yang terkendali, petani di Subang dapat menjalankan aktivitas tanam tanpa tekanan biaya tambahan yang signifikan. DKUPP Subang Menilai Stabilitas Harga Mengindikasikan Pasokan Pasar Tetap Aman DKUPP Subang menilai bahwa stabilitas harga di berbagai sektor mencerminkan kondisi pasokan yang tetap aman di pasar lokal. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan rutin untuk memastikan tidak terjadi gejolak harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat maupun aktivitas ekonomi. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi barang penting terus diperkuat agar tidak terjadi penimbunan atau gangguan rantai pasok. Dengan langkah tersebut, DKUPP Subang berharap stabilitas harga dapat terus terjaga dalam jangka waktu berikutnya. Outdoors harga material bangunan Subang stabil 2026